Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Kegiatan belajar matematika di luar sekolah yang dilakukan siswa siswi SMPN 2 Sengkang di Ruang Terbuka Hijau (RTH) tepatnya di Taman Callaccu Sengkang Kabupaten Wajo, Sulsel, terlihat sedang asyik melakukan proses eksplorasi terhadap objek-objek tertentu pada titik lokasi yang ditentukan pada Hari Rabu pagi, 23 Maret 2022.

Kegiatan belajar matematika di luar sekolah oleh siswa siswi SMPN 2 Sengkang di Ruang Terbuka Hijau

Kegiatan outdoor ini merupakan salah satu rangkaian tindak lanjut Bapak Negara Mangkubumi sebagai peserta Bimtek Penguatan Keterampilan Numerasi Guru Dikdas melalui Math City Map yang diselenggarakan Bulan Desember 2021 lalu.


Saat dihubungi, Negara Mangkubumi menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa serta menarik dalam pembelajaran matematika yakni melalui aplikasi Math City Map (MCM) yang merupakan aplikasi berbasis GPS.


“Aplikasi ini menuntun siswa merasakan langsung menyelesaikan permasalahan nyata, bagaimana mereka mengidentifikasi, melakukan pengukuran, penghitungan, mengolah informasi dan menyimpulkan serta menginterpretasikan solusi yang didapatkan dari titik lokasi permasalahan matematika yang diberikan sebagai titik point Math Trail”, jelasnya lebih lanjut, (Rabu, 23/2/2022).

Kegiatan Eksplorasi Objek Math Trail di Taman Callacu Sengkang

“Pembelajaran matematika melalui Math City Map juga dapat menjadi strategi bagaimana menerapkan konsep matematika yang telah dipelajari dan dipahami siswa dalam menyelesaikan permasalahan pada konteks dunia nyata”, tambahnya.


Najmiah, Kepala SMPN 2 Sengkang menyatakan dukungannya atas terlaksananya kegiatan belajar matematika di Taman Callaccu Sengkang. 


“Luar biasa, karena dapat memanfaatkan Taman Callacu Sengkang sebagai sumber belajar yang nantinya memberikan pengalaman belajar baru dan bermakna bagi siswa”, ungkapnya.


Ia pun berharap Math Trail yang telah dibuat dapat memberikan andil dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa pada tatanan menyelesaikan persoalan konstektual di sekitarnya.


“Ini juga dapat memberikan edukasi kepada siapa saja bahwa ternyata bangunan, gedung, taman, atau landmark yang menjadi ikon daerah dapat dijadikan objek matematika untuk dieksplorasi sehingga tidak hanya mendapatkan pengetahuan serta meningkatkan keterampilan matematika tapi pemahaman akan budaya daerahnya pun dapat ikut meningkat”, tutupnya.


Reviewed by Negara Mangkubumi on Maret 24, 2022 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Literasi Pendidikan ©2018
Powered By Blogger, Designed by Negara Mangkubumi

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh enot-poloskun. Diberdayakan oleh Blogger.