Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

UNTUK APA AKU DI LAHIRKAN ?

 

UNTUK APA AKU DI LAHIRKAN ?

KARYA : NAHDA WIDHAYATI

Di malam hari saat hujan turun rasanya sangat amat tenang, Hujan membuat ku nyaman tetapi hujan juga bisa menyembunyikan suara tangisku. Nara adalah seorang gadis cantik nan baik, Ia di juluki sebagai malaikat kecil oleh teman-teman di Sekolahnya karena ia baik kepada setiap orang yang di kenal ataupun tak ia kenal, Nara juga berasal dari keluarga yang kaya raya. Banyak orang yang iri dengan hidup Nara, Tetapi bagi Nara itu semua tak seindah yang teman-temannya pikirkan. Walau ia terlihat selalu tersenyum, Di balik senyumnya ada luka yang amat sakit yang ia pendam dan sembunyikan dengan senyumnya itu. Nara sering di jadikan bahan pelampiasan emosi oleh kedua orang tuannya, Dicaci maki, Bahkan ada suatu ketika ia di kurung di dalam Gudang belakang rumahnya, Karena nilainya turun yang semulanya 100 menjadi 98.

Namun hidup Nara di rumahnya begitu amat perih. Ia memiliki pembantu yang sangat menyayanginya dan menjaganya dengan tulus. Pembantu Nara bernama bibi Ayu, Ketika Nara menangis bibi Ayu lah yang menenangkan Nara, Ketika Nara terluka karena dipukul oleh orang tuanya bibi lah yang mengobati dan selalu menghibur Nara.

                “ bi, Aku yang ngepel yaa “ Ucap Nara.

                “ eh ngak usah Non nanti Non Nara capek “ Balas bibi Ayu.

                “ ngak apa-apa bii, Toh aku juga ikhlas bantuinnya “ Ucap Nara.

Bibi Ayu hanya menganguk sambil tersenyum.

Beberapa menit kemudian

                “ bibi, Nara ngepel dulu ya “ Ujar Nara.

                “ iya Non, Hati-hati ngepelnya nanti jatuh “ Jawab bibi Ayu. 

                                                     // saat Nara ngepel //

             “ PRAKKK! “ Suara benda pecah.

          “ bibi aku harus gimana ini? Fas kesayangan ayah pecah “ Ucap Nara sambil ketakutan.

            “ aduh Non, Nanti saya yang jelasin ke tuan ya? Non masuk aja ke kamar “ Jawab bibi Ayu.

Bersempatan pada waktu itu mama Nara pulang dari berbelanja.

            “ saya pulang… Astaga siapa yang memecahkan fas kesayangan suami saya? “ Ucap mama Nara dengan nada tinggi.

            “ S-saya Nyonya, Maafin saya Nyonya saya ngak sengaja Nyonya tolong jangan pecat saya “ Jawab bibi Ayu.

             PLAK “ Mama Nara menampar bibi Ayu beberapa kali hingga bibi Ayu mimisan.

            “ dasar pembantu kurang ajar “ Ucap mama Nara.

           “ CUKUP!! AKU YANG MEMECAHKAN FAS KESAYANGAN AYAH BUKAN BIBI “ Ujar Nara kepada sang mama.

            “ jadi kamu yang memecahkannya? Ikut saya ke Gudang “ Jawab mama Nara dipukul, di tampar, di tending hingga Nara mimisan.

            “ huh, dasar anak tak tahu di untung “ Jawab mama Nara.

Setelah menyiksa Nara mamanya pun menunggu suaminya pulang untuk memberi hukuman yang lebih kejam kepada Nara.

 

Keadaan Nara di Gudang sangatlah mengenaskan, Ia merintih kesakitan saat itu sudah malam turun hujan. Di saat malam yang sedang hujan itu tersembunyilah suara tangis Nara.

Beberapa menit kemudian, Ayah Nara pun pulang. Ayah Nara yang melihat istrinya sedang menunggunya di sofa dengan pecahan fas kesayangannya di atas meja membuatnya bertanya-tanya.

                “ siapa yang membuat fas kesayangan ku menjadi begini “ Ucap sang ayah dengan amarah di wajahnya.

                “ itu tuh anak tak tahu di untung “ Jawab istrinya.

                “ Nara? Benar-benar itu anak “ Ujar ayahnya.

                “ dia sekarang ada di Gudang “ Jawab ibunya.

Ayahnya yang mengetahui bahwa Naraa sedang berada di Gudang langsung pergi untuk menyiksa Nara.

 

                “ BRAKK “ Suara pintu Gudang yang di tendang oleh sang ayah.

                “ ayah?? AYAH TOLONG MAAFKAN AKU “ Ujar Nara ketakutan.

Tanpa aba-aba sedikit pun ayah Nara langsung menampar Nara, Memukul, Di tendang, Hingga dilukai dengan benda-benda tajam yang ada di Gudang, Nara yang sebenarnya ingin pingsan mempertahankan keadaannya.

                  tch, Dasar anak tak tau diuntung, Tidak berguna “ Ucap sang ayah.

Emosi Nara yang sudah memuncak membuatnya berani melawan ayahnya.

                “ lalu kenapa aku di lahirkan? Apa gunanya aku lahir tapi hanya dijadikan bahan pelampiasan emosi oleh kalian “ Ujar Nara dengan nada berteriak.

Ayahnya yang mendengar ucapan Nara, semakin emosi dan melanjutkan menyiksa Nara dan lebih kejam lagi.

                “ Heyy, Kenapa kau tak menangis lagi “ Ucap sang ayah.

                “ hei dasar anak bodoh “ Ucapnya kembali.

Sang ayah kemudian menaruh dua jarinya ke lubang hidung Nara karena ingin memastikan Nara masih hidup.

                “… Nara? Nak? Kenapa kau tidak bernapas “ Ucap sang ayah dengan panik.

Ayahnya pun memeriksa denyut nadi sang anak tetapi    

             “ Nara?? Bangun nak ayah menyesal jangan tinggalkan ayah “ Ucap san ayah sambil berteriak.

Bibi Ayu dan mama Nara yang mendengar suara teriakan ayah dari Gudang langsung menuju ke arah Gudang.

          “ Astaga! “ Ucap bibi Ayu dan mama yang melihat Nara sudah tergeletak dengan banyak darah bercucuran, Pucat, Dan… Tak bernapas.

                “ telpon Anbulance , CEPAT! “ Ucar sang ayah.

                “ I-iya pak “ Jawab bibi Ayu.

 

10 MENIT KEMUDIAN

Nara sudah ada di Ruang Operasi, Seisi Ruangan khawatir sekaligus takut, Dokter yang mengoperasi Nara pun keluar dari Ruangan tersebut setelah beberapa jam.

                “ bagaimana keadaan Nara dok? “ Ucap sang ayah.

            “ kami sudah berusaha sebaik mungkin pak, Tapi takdir berkata lain “ Jawab sang dokter.

Bibi Ayu yang meendengarnya langsung menangis histeris karena kehilangan orang yang sangat ia sayangi.

 

                                                      DI PEMAKAMAN NARA

maaf ya nak, Kami sudah lalai sebagai orang tua, Maaf karena sudah menyiksa dan membuat mu trauma “ Ucap sang ayah disetai sang mama.

Setelah yaah dan mama menangis didepan kuburan Nara mereka lalu ingin pulang ke rumah.

“ bibi belum mau pulang? “ Ucap mama

“ nanti saya nyusul Nyonya, Saya naik angkot aja pulangnya “ Jawab bibi Ayu.

“ iya bi, Kami pulang dulu ya “ Jawab sang ayah.

 

Setelah ayah dan mama pergi.

          “ Non Nara apa kabar?, Non disana udah tenangkan? Ngaka da yang marahindaan pukul Non Nara, Maaf ya bibi ngak bisa nyelamatin Non Nara. Non Nara disitu        baik-baikya, Bibi akan selalu ngunjunginkok, Dadah malaikat kecil. “ Ucap bibi Ayu sembari meninggalkan makam Nara.

 


UNTUK APA AKU DI LAHIRKAN ? Reviewed by Andi Darwisa Oktora on Juni 21, 2024 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Literasi Pendidikan ©2018
Powered By Blogger, Designed by Negara Mangkubumi

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh enot-poloskun. Diberdayakan oleh Blogger.